PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR LIDAH BUAYA PADA KELOMPOK ASPELIYA PONTIANAK

Robiyanto Robiyanto, Rafika Sari, Pratiwi Apridamayanti, Eka Kartika Untari

Abstract


Kecamatan Pontianak Utara merupakan pusat industri di Kota Pontianak yang salah satunya dikenal sebagai produsen minuman lidah buaya. Hasil samping produk olahan lidah buaya adalah kulit lidah buaya yang sering tidak dimanfaatkan oleh pihak produsen. Limbah kulit lidah buaya diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memanfaatkan limbah kulit lidah buaya menjadi sabun cair dalam bentuk pelatihan kepada produsen industri rumah tangga lidah buaya yang tergabung dalam kelompok Aspeliya (Asosiasi Pengusaha Lidah Buaya) Kota Pontianak. Formulasi sabun cair lidah buaya terdiri dari infusa kulit lidah buaya 30%, basis terdiri dari 3 minyak (minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak dengan perbandingan 1:1:1), asam stearate 2%, HPMC 3%, gliserin 18,75%, larutan KOH 10%, BHT 0,02%, dan akuades ad 100 ml. Uji pH, uji kadar asam lemak bebas dan alkali bebas, uji organoleptik, tinggi busa, viskositas serta bobot jenis dilakukan setelahnya. Saat pelatihan, peserta diminta untuk praktik langsung membuat sabun cair dengan bimbingan dari narasumber. Pelatihan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penyebaran kuesioner. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian yaitu seluruh peserta merasakan manfaat dan termotivasi dengan adanya pelatihan. Para peserta juga berharap untuk mendapatkan pelatihan produk olahan lainnya untuk menambah pengetahuan.

 

Kata Kunci: sabun cair, lidah buaya.

 

Abstract

Pontianak Utara District is industrial centres of Pontianak city, one of them is known as aloe vera drink producing centre. Waste of the aloe vera drink product is the leave skin which is unused by producer. The aloe vera leave skin has been reported to have antibacterial effect. The purpose of this community service activity was to utilize unused aloe vera leave skin to be liquid soap by giving a workshop to home industry of aloe vera producers whom are members of Aspeliya group in Pontianak. The formulation of aloe vera liquid soap consisted of skin infusum 30%, bases (olive oil, coconut oil, and castor oil = 1:1:1), stearic acid 2%, HPMC 3%, glycerin 18,75%, KOH soln 10%, BHT 0,02%, and aquadest ad 100 ml. Acidity test (pH), free fatty acid level and free alkaline test, organoleptic test, foaming height, viscosity and density test were also conducted. During the workshop, participants were asked to practice making liquid soap with tutorial from the speaker.This workshop was finished with Q&A session and questionnaire distribution. The conclusion of this workshop was all participants feltthe benefit and motivated.They also expected to join another similar workshop to make other processed products to enrich their knowledge.

 

Keywords:liquid soap, aloe vera.


Full Text:

Download PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

VISITOR STAT:

Visitors Stats

Maps:

 

 

ISSN 2598-6155 (ONLINE)

ISSN 2598-6147 (CETAK)

 

 

Diterbitkan oleh:

LPPM IKIP PGRI Pontianak

Jalan Ampera No. 88, Pontianak, Kalimantan Barat - 78116