PROGRAM BALITA SEHAT AKTIF, KADER OKE DAN KOMPETEN (BETAKAROTEN) DI WILAYAH RW 10 SRONDOL KULON KOTA SEMARANG

Rachma Purwanti, Putri Gita A, Alfia Nur W, Rahmawati R

Abstract


Wilayah RW 10 Kelurahan Srondol Kulon, Kota Semarang memiliki prevalensi malnutrisi balita yang cukup tinggi. Program Balita Sehat Aktif, Kader OK dan Kompeten (BETAKAROTEN) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan pemberian makan pada balita, meningkatkan asupan zat gizi pada balita gizi kurang dan kurus, meningkatkan kemampuan ibu memilih makanan yang baik bagi balita, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS. Program BETAKAROTEN dilaksanakan dengan metode community relation. Sasaran program yaitu ibu balita berstatus gizi kurang dan kader posyandu RW 10 Kelurahan Srondol Kulon. Hasil program BETAKAROTEN meliputi adanya peningkatan pengetahuan gizi pada ibu balita peserta program, peningkatan kemampuan ibu dalam pemilihan makanan yang baik bagi balita, dan peningkatan asupan zat gizi lemak, protein, dan karbohidrat (100%, 83%, dan 67%). Pengetahuan dan keterampilan kader juga meningkat (100% dan 83%). Keberlanjutan program ini diharapkan dapat dipertahankan dan dapat berjalan dengan baik dengan adanya advokasi dan dukungan serta partisipasi dari stake holder di wilayah Posyandu RW 10 Kelurahan Srondol Kulon

Keywords


program gizi balita, gizi kurang, kurus, pelatihan kader

Full Text:

PDF

References


Ana, V., Setyawati, V., & Herlambang, B. A. (2015). Model edukasi gizi berbasis e-booklet untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu balita. Jurnal Informatika UPGRIS, 1(Juni), 86–94.

Asosiasi Dietisien Indonesia (ASDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), & Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). (2014). Penuntun diet anak. (3rd ed.). Badan Penerbit FKUI.

Bappenas. (2009). Pedoman umum pengembangan anak usia dini holistik-integratif.

Bidayati, U. (2018). Commitment, motivation, and performance of posyandu cadres. international conference of organizational innovation (ICOI 2017), 131(May). (Online), (https://doi.org/10.2991/icoi-17.2017.27).

Departemen Kesehatan RI. (2006). Kelompok kerja posyandu, pedoman umum pengelolaan posyandu. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Dewi, M., & Aminah, M. (2016). Pengaruh edukasi gizi terhadap feeding practice ibu balita stunting usia 6-24 bulan (the effect of nutritional knowledge on feeding practice of mothers having stunting toddler aged 6-24 months). Indonesian Journal of Human Nutrition, 3(1), 1–8.

Dewi, R., & Anisa, R. (2018). The influence of posyandu cadres credibility on community participation in health program pengaruh kredibilitas kader posyandu terhadap partisipasi masyarakat pada program kesehatan. The Messenger, 10(1), 83–92. (Online), (https://doi.org/10.26623/themessenger.v10i1.596).

Dinas Kesehatan Kota Semarang. (2016). Profil kesehatan kota Semarang.

Kartika, Mufida, N., Karmila, & Marlina. (2018). Factors affecting kader role in achievement nutrition improvement in toddlers in. Jurnal Kesehatan Global, 1(2), 45–51.

Kementerian Kesehatan. (2011). Pedoman umum pengelolaan posyandu.

Kementerian Kesehatan. (2018). Riset kesehatan dasar.

Pratiwi, H., & Bahar, H. (2016). Peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam upaya pencegahan gizi buruk pada balita melalui metode konseling gizi di wilayah kerja Puskesmas Wua-wua Kota Kendari Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(3), 1–8.

Purwanti, R. (2019). Peningkatan kapasitas kader posyandu: cegah stunting dengan perbaikan gizi 1000 HPK. Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 182–189.

Purwanti, R., Wati, E. K., & Rahardjo, S. (2016). Karakteristik keluarga yang berhubungan dengan status gizi balita umur 6 - 59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia, 5(1), 50–54.

Siagian, C. M., & Halisitijayani, M. (2015). Mother’s knowledge on balanced nutrition to nutritional status of children in puskesmas (public health center) in the district of pancoran, southern Jakarta 2014. International Journal of Current Microbiology and Applied Studies, 4(7), 815–826.

Stefanus Supriyanto, & Nyoman Anita Damayanti. (2007). Perencanaan dan evaluasi. Surabaya: Airlangga University Press.

Wisnuwardani, R. W. (2018). Insentif dan kinerja kader posyandu jurnal kesehatan masyarakat, (July 2013).

Wiwitan, T., Trigartanti, W., Hernawati, R., Ilmu, F., Unisba, K., & Tamansari, J. (2008). Konsep “corporate social responsibility” dalam kegiatan “community relations". MIMBAR, XXIV(2), 151–164.

World Health Organization. (1995). Kader kesehatan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Yabancı, N., Kısaç, İ., & Karakuş, S. Ş. (2014). The Effects of mother’s nutritional knowledge on attitudes and behaviors of children about nutrition. procedia-social and behavioral sciences, 116, 4477–4481. (Online) (https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.01.970).




DOI: http://dx.doi.org/10.31571/gervasi.v4i1.1596

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Gervasi

IKIP PGRI Pontianak, Gedung Rektorat Lt. 3
Jl. Ampera No.88, Sungai Jawi, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78116
Telp. (0561) 748219
E-mail: gervasi.ikippgriptk@gmail.com 


p-ISSN:  2598-6147 | e-ISSN: 2598-6155


VISITOR STATS:

View Stats