PENGUATAN KARAKTER BANGSA MELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HEMA FITRIA

Abstract


Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program pendidikan yang sangat penting untuk upaya pembangunan karakter bangsa. Sebagai suatu program pendidikan yang amat strategis bagi upaya pendidikan karakter, PKn perlu memperkuat posisinya menjadi “subjek pembelajaran yang kuat” (powerful learning area) yang secara kurikuler ditandai oleh pengalaman belajar secara kontekstual dengan ciri-ciri: bermakna (meaningful), terintegrasi (integrated), berbasis nilai (valuebased), menantang (challenging), dan mengaktifkan (activating). Terdapat 4 bagian penting dalam kurikulum meliputi: tujuan, isi/materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Dalam standar kompetensi kurikulum PKn, ditegaskan bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai tujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan serta berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. Pengembangan pembelajaran PKn dalam membentuk karakter bangsa merupakan suatu bentuk pengembangan kurikulum yang dilakukan untuk memberikan dasar pemikiran yang mendunia, yang dapat dijadikan tolak ukur dalam setiap langkah guna memperkokoh ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

References


Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BNSP

Bahmueller, C. F. 1997. A Framework For Teaching Democratic Citizenship : An

International Project In The International Journal of Social Education, 12,2

Branson, M.S. 1998. The Role of Civic Education.Calabasas: CCE.

Cogan, J.J. dan Derricot, R. 1998. Citizenship for the 21st Century: An International Perspective on Education. London: Kogan Page.

Cogan, J.J. 1999. Developing the Civic Society: The Role of Civic Education. Bandung: CICED.

Departeman Pendidikan Nasional Republik Indonesia . 2003. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Devos, George A. 1968. National Character. Dalam Sills, David L. (editor). International Encyclopedia of the Social Sciences. New York: The McMillan Company and the Free Press, V.11 &12, hal.14-19.

Muhammad Nuh, 2013. Pengembangan Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Nana Sudjana 2010. Dasar-dasar Proses Belajar. Bandung: Sinar Baru.

Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendiknas No 24 Tahun 2006 tentang Standar Pelaksanaan Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas No 23Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Somantri, Nu’man. 2001. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). Bandung PPS-FPIPS UPI dan PT. Remaja Rosda Karya.

Sapriya dan Winataputra. 2003. Pendidikan Kewarganegaraan : Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) FPIPS –UPI.

Sapriya & Winataputra, Udin.S. (2004). Pendidikan Kewarganegaraan : Model pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung: Laboratorium PKn FPIPS-UPI

Suriakusumah.1992.Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan dan Masalah Warga negara. Bandung: FIPS IKIP.

Suyitno, A. 1983. Konsep Pendidikan Moral Pancasila sebagai Pendidikan Nilai-Nilai. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.

Tim Nasional Dosen Pendidikan Kewarganegaraan, 2011, Pendidikan Kewarganegaraan: Paradigma Terbaru untuk Mahasiswa. Alfabeta, Bandung.

Wasley Null,1973. Curriculum: from theory to practice. British Liberary Cataloguing in publication information Avilable.

William F. Pinar. International HandBook of Curriculum Research. London: Lawrence Erlbaum Associates.

Winarno. 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara.

Winataputra dan Budimansyah, 2007.Civic Education: Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan SPs UPI.

Winataputra, U.S. 2001. Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi: Suatu Kajian Konseptual Dalam Konteks Pendidikan IPS. Disertasi PPS UPI: tidakditerbitkan.




DOI: https://doi.org/10.31571/pkn.v1i1.510

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan




Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan


Published by

IKIP PGRI Pontianak,
Jl. Ampera No.88, Sungai Jawi, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78116
Telp. (0561) 748219
E-mail: hdrianto@yahoo.com


p-ISSN: 2337-8891 | e-ISSN: 2598-9510


View Stats