ANALISIS KEMAMPUAN FISIK ATLET TINJU AMATIR KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Fakihani Berrezokhy Universitas Tanjungpura
  • Uray Gustian Universitas Tanjungpura
  • Isti Dwi Puspitawati Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.31571/jpo.v9i1.1753

Keywords:

atlet tinju, komponen biomotor, tes dan pengukuran

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan fisik atlet tinju amatir Kalimantan Barat yang dipersiapkan untuk menghadapi ajang prakualifikasi Pon 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data mengunakan tes dan pengukuran terhadap komponen biomotor dominan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah seluruh atlet tinju amatir Kalimatan Barat yang dipersiapkan untuk menghadapi praPon tinju amatir dengan jumlah sebanyak 10 atlet. Analisis data dalam penelitian ini munggunakan statistik deskriptik kuantitatif dan uji beda (uji T). Hasil penelitian menunjukan komponen biomotor dominan antara sebelum dan setelah melakukan (TC) training center tidak ada perbedaan yang significant atau dengan kata lain tidak ada perubahan yang artinya tidak terjadi peningkatan kemampuan komponen biomotor dominan. Kesimpulannya tidak terjadi peningkatan kemampuan fisik atlet tinju amatir Kalimantan Barat selama mengikuti persiapan prakualifikasi Pon 2019

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiatmika, I. P. G., & Santika, I. (2015). Bahan ajar tes dan pengukuran olahraga. Denpasar: Udayana University Press.

Al Faruq, M. M., & Adiningsih, S. (2017). Pola konsumsi energi, protein, persen lemak tubuh dan aerobic endurance atlet renang remaja. Media gizi Indonesia, 10(2), 117–122.

Arsani, N. L. K. A. (2014). Manajemen gizi atlet cabang olahraga unggulan di kabupaten Buleleng. JST (Jurnal Sains Dan Teknologi), 3(1), 275–287.

Bafirman, H. B. (2013). Kontribusi fisiologi olahraga mengatasi resiko menuju prestasi optimal. Media ilmu keolahragaan Indonesia, 3(1), 41–47.

Bagaswara, Y., & Priyonoadi, B. (2015). Frekuensi cedera atlet pelatda sepatu roda (perserosi diy). MEDIKORA, 14(2), 1–12.

Fardiansah, D. (2015). Pembinaan olahraga tinju amatir di sasana delta boxing camp kabupaten tegal dan sasana pertina kota tegal tahun 2013. Active: journal of physical education, sport, health and recreation, 4(4), 1714–1718.

Harsono. (2015). Kepelatihan olahraga (kamsyah adriyani, Ed.). Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.

Hasbullah, U. H. A., Setiyowati, E., Noor, Z., & Aminah, S. (2017). Sistem penyelenggaraan dan pengelolaan makanan bagi atlet sepak bola. Jendela olahraga, 2(1), 148–154.

Jeukendrup, A. E. (2017). Periodized nutrition for athletes. Sports medicine, 47(1), 51–63.

Johansyah, L. (2013). Panduan praktis penyusunan program latihan (1st ed.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kurdi, S. (2011). Dasar-dasar fisiologi olahraga (1st ed.). Palembang.

Latuheru. (2018). Pengaruh latihan pushup dan beban dumbell ditinjau konsentrasi terhadap kecepatan pukulan straight pada atlet tinju amatir pplp provinsi Maluku. Universitas Negeri Makassar.

Loda, I. M. (2017). Pelatihan memukul dengan beban meningkatkan kecepatan pukulan lurus kiri-kanan dari pada pelatihan mendorong katrol dengan beban. Jurnal edukasi Sumba (JES), 1(2), 78–88.

Lumba, A. J. F. (2018). Peningkatan kualitas latihan daya tahan atlet tinju. Prosiding seminar nasional iptek olahraga, 1(1).

Mackenzie, B. (2005). 101 performance evaluation test (Brian mackenzie, Ed.). London: electric word plc.

Muis, J. (2016). Interaksi metode latihan dan kecepatan reaksi terhadap kemampuan pukulan atlet tinju kategori youth. Publikasi pendidikan, 6(1).

Owen, A. L., Wong, D. P., Dunlop, G., Groussard, C., Kebsi, W., Dellal, A., … Zouhal, H. (2016). High-intensity training and salivary immunoglobulin a responses in professional top-level soccer players: effect of training intensity. Journal of strength and conditioning research, 30(9), 2460–2469.

Pahlevi, R., & Pustaka, P. T. B. (2012). Dr. Olahraga menjelaskan jenis olahraga olimpiade. (Online), (https://books.google.co.id/books?id=evZ8DQAAQBAJ).

Parwata, I. M. Y. (2015). Kelelahan dan recovery dalam olahraga. Jurnal pendidikan kesehatan rekreasi, 1(1), 2–13.

Putri, M. W. (2019). Hubungan strenght, endurance, dribbling, passing dan shooting terhadap resiko cedera olahraga. Prosiding seminar nasional fakultas ilmu kesehatan dan sains, 1(1).

Saripin, S. (2017). Tinjauan vo2max pada atlet tinju putera dan puteri club denpal boxing camp Pekanbaru. Jurnal online mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas Riau, 4(1), 1–9.

Stöggl, T. L., & Björklund, G. (2017). High intensity interval training leads to greater improvements in acute heart rate recovery and anaerobic power as high volume low intensity training. Frontiers in Physiology, 8, 562.

Syaquro, R. A. (2016). Perbandingan whole body reaction time dan anticipation reaction time antara atlet kata dan kumite cabang olahraga karate. Jurnal terapan ilmu keolahragaan, 1(2), 30–36.

Widhiyanti, K. A. T. (2019). Teknik massage effleurage pada ekstremitas inferior sebagai pemulihan pasif dalam meningkatkan kelincahan. Jurnal pendidikan kesehatan rekreasi, 3(1), 9–17.

Yuniawati, I. (2016). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan campuran untuk menejemen pembangunan dan pendidikan. Bandung: Refika Aditama.

Downloads

Published

2020-06-01

How to Cite

Berrezokhy, F., Gustian, U., & Puspitawati, I. D. (2020). ANALISIS KEMAMPUAN FISIK ATLET TINJU AMATIR KALIMANTAN BARAT. Jurnal Pendidikan Olah Raga, 9(1), 109–122. https://doi.org/10.31571/jpo.v9i1.1753