PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA DALAM BERKOMUNIKASI PADA MATAKULIAH PUBLIC RELATION DI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN

Authors

  • Al Kudri D3 Kebidanan, STIKes Dharma Landbouw Padang
  • Tomi Tamara D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, STIKes Dharma Landbouw Padang

Keywords:

creative problem solving, public relation, komunikasi

Abstract

Berdasarkan hasil observasi ditemukan masalah yaitu mahasiswa sulit melakukan pemecahan masalah dalam berkomunikasi pada saat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam berkomunikasi pada mata kuliah public relation di perguruan tinggi kesehatan. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Variabel independen adalah penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving dan model pembelajaran langsung. Variabel dependen adalah kompetensi pemecahan masalah mahasiswa dalam berkomunikasi yang diperoleh setelah mengikuti serangkaian tes hasil belajar terhadap pembelajaran yang dieksperimenkan. Teknik sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 60 orang. Teknik pengumpulan data dengan pemberian tes dan non tes menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung (4,95) > t tabel (1,68) artinya ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Kesimpulannya terdapat pengaruh model pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam berkomunikasi pada matakuliah public relation.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Al Kudri, D3 Kebidanan, STIKes Dharma Landbouw Padang

D3 Kebidanan, STIKes Dharma Landbouw Padang

Tomi Tamara, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, STIKes Dharma Landbouw Padang

D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, STIKes Dharma Landbouw Padang

References

Effendy, O.U. (2009). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kunandar. (2013). Penilaian Authentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Pers.

Nurbidayani, I. (2013). Pelaksanaan Pengukuran Ranah Kognitif, Afektif, Dan Psikomotor Pada Mata Pelajaran IPS Kelas III SD Muhammadiyah Palangkaraya. Anterior Jurnal, 8 (2), 14-20. doi: https://doi.org/10.33084/anterior.v13i1.295.

Pepkin, K.L.(2004). Creative Problem Solving In Math. Dalam N. Sriwati, G. Suhandana, dan N. Atmadja, e-Journal Program Pasca Sarjana Univ. Pendidikan Ganesha Prodi AP Vol.4 Tahun 2013 (hal 3). Singraja: Univ. Pendidikan Ganesha.

Purwanto. (2010). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Rawat, Deepti Ms. (2015). Importance Of Communication In Teaching Learning Process. An International Peer Reviewed and Revered Scholarly.ISSN2278-8808. http://www.srjis.com/pages/pdfFiles/148360449445.%20PAPER_SONALI%20FINAL%20(%20elixr).pdf.

Sudjana. (2010). Metoda Statistika Edisi ke-7 Bandung: Tarsito.

Downloads

Published

2019-11-20

How to Cite

Kudri, A., & Tamara, T. (2019). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA DALAM BERKOMUNIKASI PADA MATAKULIAH PUBLIC RELATION DI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MIPA DAN TEKNOLOGI II, 1(1), 116–123. Retrieved from https://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/snpmt2/article/view/1359