BUDAYA PESISIR DAN WISATA PANTAI BERBASIS MASYARAKAT DI PANTAI BARAT KALIMANTAN BARAT (STUDI KASUS KAWASAN WISATA SETAPUK MANGROVE SETAPUK BESAR SINGKAWANG UTARA)

Hasanah Hasanah, Efriani Efriani, Galuh Bayuardi

Abstract


Setapuk Mangrove merupakan kawasan wisata merepresentasikan wilayah pesisir barat Kalimantan Barat yang mengalami perubahan budaya. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh pemahaman tentang asal mula munculnya gagasan pengelolaan pantai dengan basis masyarakat lokal; mengidentifikasi dan memperoleh tentang peran agen, penggiat dan masyarakat serta organisasi pengelolaan pariwisata; memahami dan mengidentifikasi perubahan atau perluasan orientasi budaya pesisir dengan kesadaran baru (memaknai) tentang potensi wisata sebagai variasi wacana selain kenelayanan; memberikan gambaran kondisi pariwisata kawasan pesisir Kalimantan Barat pasca pandemic covid-19. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penanaman mangrove yang digagas oleh agen internal tokoh masyarakat merupakan bentuk respons agen adaptasi terhadap ancaman abrasi yang sudah menyebabkan kerusakan lahan sekitar Desa Setapuk. Sepinya pengunjung membuat sumber dana pemeliharaan fasilitas kawasan wisata berkurang. Beberapa fasilitas tampak terbengkalai, meskipun mulai ada yang dibenahi sedikit demi sedikit, seperti beberapa papan titian di sepanjang hutan mangrove, dan jembatan gantung yang melintasi Sungai Setapuk.

Keywords


wisata; agen; pesisir; budaya;

Full Text:

PDF

References


Bangen, D. (2003). Pedoman Teknis: Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Bogor: PKSPL-IPB.

Bayuardi, G., Equanti, D., & Suwarno, A. (2018). Melirik Potensi Ekoturisme Pantai Batu Burung. Pontianak: Turn Left Geo Ahead and Lab Fisika IKIP PGRI Pontianak.

Bourdieu, Pierre, Outline of a Theory of Practice, transl. by Richard Nice, Great Britain: Cambridge University, 1977.

Ritzer, George dan Goodman, Douglas J. 2004. Teori Sosiologi Modern. Terjemahan Alimandan. Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Haris, M. (1974). Cows, Pigs, and Witches: Riddles of Culture. New York: Random House.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Antropologi. Bandung: Rineka Cipta.

Kroeber, Alfred L. Konsep Area Budaya dan Area Umur Clark Wissler. Dalam Metode dalam Ilmu Sosial, hlm. 248-265. Stuart A. Rice, penyunting. Chicago: University of Chicago Press, 1931.

Paul G. Hiebert. (2008). Transforming Worldviews: An Anthropological Understanding of How People Change. Grand Rapids: Baker Publisher.

Priono, Y. (2012). Pengembangan Kawasan Ekowisata Bukit Tangkiling Berbasis Masyarakat. Jurnal Perspektif Arsitektur., 7 , 51-67.

Sharma, M. (2012). Paul Hiebert's Worldview Model: Understand Cultural Encounters. Himalayan Journal of Sociology and Anthropology, 82-94.

Sudrajat, J. (2013, April 1). POTENSI DAN PROBLEMATIKA PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR KALIMANTAN BARAT. Jurnal Social Economic of Agriculture, 2, 29-41.

Vicker, A. (2009). Peradaban Pesisir: Menuju Sejarah Kebudayaan Asia Tenggara. Denpasar: Pustaka Larasan, Udayana Press.

WWF. (2009). Prinsip dan Kriteria Ecotourism. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.




DOI: https://doi.org/10.31571/sosial.v8i1.3251

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Hasanah Hasanah, Efriani Efriani, Galuh Bayuardi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial

IKIP PGRI Pontianak

Gedung Rektorat Lt. 2 Jl. Ampera No.88, Pontianak, Kalimantan Barat 78116 Telp. (0561) 748219
e-mail: sosial.ikipgpriptk@gmail.com


View My Stats | p-ISSN: 2407-5299 | e-ISSN: 2407-5302