ANALISIS SOAL HOTS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

Ivan Veriansyah Veriansyah, Ihsan Nurhakim

Abstract


Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir yang sangat penting dalam cabang ilmu geografi. Pada dasarnya dalam menyelesaikan permasalahan geografi mahasiswa di tuntut untuk berpikir, oleh itu kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan, jelaskan pada makna kemampuan berpikir kritis sendiri, yakni berpikir kritis merupakan kemampuan pikiran untuk menganalisis, mengidentifikasi, menemukan serta mengambil keputusan untuk menarik kesimpulan terhadap apa yang di yakini. Kemampuan berpikir penting dalam menyelesaikan soal geografi dalam bentuk HOTS, karena geografi dalam bentuk Hots ini memiliki tingkat C4 kemampuan untuk berpikir kritis, sangat diperlukan dalam menyelesaikan soal ini karena sifatnya memancing agar mahasiswa bepikir lebih berkembang dalam menyelesaikan soal. Kemamampuan berpikir setiap individu tentunya berbeda-beda baik individu dengan individu lainnya, sehingga harus ada perhatian khusus untuk membantu mahasiswa mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa laki-laki dalam menyelesaikan soal SDA materi pembahasan yang ditinjau dari perbedaan gender kelas A Pagi semester VI Prodi geografi, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal materi SDA yang ditinjau dari perbedaan gender A Pagi semester VI Prodi geografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi Penelitian Prodi Geografi IKIP PGRI Pontianak dengan Obyek Penelitian Kelas A Pagi semester VI. Data yang diperoleh berupa data dari observasi, tes tulis dan wawancara. Data dari hasil tes yang diperoleh dari hasil analisis pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal SDA materi pencemaran yang dikemukakan oleh Ennis yaitu memberikan penjelasan sederhana, membuat penjelasan lanjut, menentukan strategi dan menyelesaikan masalah, dan membuat simpulan.inferensi (menyimpulkan) yang masing-masing mendapat skor 61%.(2) Mahasiswa perempuan yang memiliki presentase paling tinggi terdapat pada indikator yang memberikan penjelasan sederhana dan penjelasan lebih lanjut yaitu memperoleh skor 85%, sedangkan jumlah mahasiswa perempuan yang memiliki presentase baik dan jelas. baik terdapat pada indikator strategi dan taktik memperoleh skor 80% dan menyimpulkan masing-masing hanya memperoleh skor 73%.


Keywords


Berpikir Kritis, Soal Pencemaran, Gender

Full Text:

PDF

References


Aprillia Fitri Rahayu, H. L. M. (2019) "Analisis berpikir kreatif siswa pada materi prisma ditinjau dari kemampuan matematika dan gender," Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), hal. 36–48.

Desmita , 2012. Psikologi perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Febryana, D. (2018) "Profil Kreativitas Siswa dalam Menyelesaikan Soal Segitiga dan Segiempat Ditinjau dari Gender," Suska Journal of Mathematics Education, hal. 50–58.

Hadari Nawawi.2005.Penelitian Terapan.Yogyakarta:Gajah Mada University Press.

Helmawati. 2019. Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2009), hal.19

Widyastuti, A. C., Permana, D., & Sari, I. P. (2018). "Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang sisi datar dilihat dari gender," hal. 145–148.




DOI: https://doi.org/10.31571/sosial.v8i2.3083

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ivan Veriansyah Veriansyah, Ihsan Nurhakim

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial

IKIP PGRI Pontianak

Gedung Rektorat Lt. 2 Jl. Ampera No.88, Pontianak, Kalimantan Barat 78116 Telp. (0561) 748219
e-mail: sosial.ikipgpriptk@gmail.com


View My Stats | p-ISSN: 2407-5299 | e-ISSN: 2407-5302