MAKSIM KESANTUNAN BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU

Authors

  • Wiendi Wiranty IKIP PGRI Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.31571/bahasa.v7i2.1021

Abstract

Tujuannya adalah mendeskripsikan kesantunan berbahasa melayu dan
menjelaskan faktor yang mentukan kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa melayu di Kecamatan Selimbau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang berbentuk kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur yang yang mengandung kesantunan serta penyimpangan dalam berbahasa yang di tuturkan oleh masyarakat Kecamatan Selimbau. Teknik pengumpulan data observasi, komunikasi langsung, dan simak libat cakap. Alat pengumpul data peneliti sendiri
sebagai instrument utama. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini
menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan model analisis interaktif miles dan huberman. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis data dan reduksi data yaitu, ditemukannya pematuhan serta pelanggaran dalam maksim kebijaksanaan pada tuturan masyarakat di Kecamatan Selimbau. Data yang terdapat dalam maksim kedermawanan juga terdapat pelanggar dan pematuhan dalam tuturan masyarakat di Kecamatan Selimbau yang terlihat dari tuturan yang saling menghargai dalam kegiatan bertutur dan berpandang pada prinsip untuk selalu menguntungkan orang lain.
Kata kunci : Bahasa, Afiksasi, Bahasa Melayu Dialek Selimbau

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-12-01

How to Cite

Wiranty, W. (2018). MAKSIM KESANTUNAN BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU. Jurnal Pendidikan Bahasa, 7(2), 418–427. https://doi.org/10.31571/bahasa.v7i2.1021