MULTIKULTURALISME DALAM SASTRA INDONESIA SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA

Esti Ismawati, K.A Anindita, Rintik Rintik, Asriana Asriana

Abstract


Sebagai bangsa yang multikultur, Indonesia mempunyai potensi perpecahan dan konflik etnik yang cukup besar jika tidak dikelola dengan baik. Tulisan ini mendeskripsikan nilai-nilai multikultural dalam sastra Indonesia sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA, yang dapat menjadi pemantik bagi terbentuknya karakter multikultur. Lewat apresiasi sastra diyakini penanaman karakter tepat sasaran (efektif) karena sastra bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik simak catat. Data diambil dari empat karya sastra Indonesia, yakni satu cerpen terpilih dan tiga novel. Data dianalisis dengan pendekatan struktural-semiotik. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa cerpen “Seribu Kunang-kunang di Manhattan”, karya Umar Kayam, novel “Salah Asuhan” karya Abdul Moeis, dan novel “Namaku Hiroko” karya Nh Dini, mengandung nilai-nilai kesederajatan (egalitarian), keberagaman, dan karakter multikulturalis yang baik pada tokoh utamanya, layak dijadikan bahan ajar apresiasi sastra di tingkat SMA.
Kata kunci: multikultural, bahan ajar, apresiasi sastra


Full Text:

DOWNLOAD PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31571/bahasa.v8i1.1131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

< /a>

VISITORS STAT:

View Stats



Maps:

ISSN 2089-2810 (print)

ISSN 2407-151X (online)

 

Diterbitkan oleh:

IKIP PGRI Pontianak

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Unit Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Rektorat Lt. 3, Jl. Ampera No. 88, Pontianak, Kalimantan Barat 78116

View Stats