PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS DISCOVERY LEARNING MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN SMA

Nurhasikin Nurhasikin, Kurnia Ningsih, Titin Titin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon siswa terhadap modul berbasis discovery learning materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Metode yang digunakan Research and Development mengacu pada Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi 7 tahapan meliputi penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft  produk, uji coba lapangan awal, revisi hasil uji coba, uji coba lapangan dan revisi produk operasional. Sampel penelitian adalah siswa SMAN 4 Pontianak, MAN 2 Pontianak dan SMA Mujahidin, dengan uji coba lapangan awal berjumlah 9 orang, sedangkan uji coba lapangan utama berjumlah 36 orang. Hasil validasi modul dari setiap aspek  kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafisan memperoleh nilai sebesar 1,00 dengan kriteria sangat valid. Hasil respon uji coba lapangan awal  sebesar 81,73%, dan  uji coba lapangan utama 82,16%. Dapat disimpulkan bahwa modul berbasis discovery learning layak digunakan sebagai bahan ajar pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan mendapatkan respon dengan kategori sangat kuat.


Keywords


Modul berbasis discovery learning, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, respon, kelayakan.

Full Text:

PDF

References


Alias, N., Siraj, S., DeWitt, D., Attaran, M., & Nordin, A. B. (2013). Evaluation on the usability of physics module in a secondary school in Malaysia: students' retrospective. Malaysian Online Journal of Educational Technology, 1(1), 44-53.

Ami, M. S. (2012). Pengembangan buku saku materi sistem ekskresi manusia di SMA/MA Kelas XI. BioEdu, 1(2), 10-13.

Amir, M. T. (2015). Merancang kuesioner: konsep dan panduan untuk penelitian sikap, kepribadian dan perilaku. Jakarta: Prenadamedia Group.

Amri, S., & Ahmadi, I. K. (2010). Konstruksi pengembangan pembelajaran pengaruhnya terhdap mekanisme dan pratek kurikulum. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.

Arsyad, A. (2010). Media pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Asfiah, N., Mosik, M., & Purwantoyo, E. (2013). Pengembangan modul IPA terpadu kontekstual pada tema bunyi. Unnes Science Education Journal, 2(1), 188-195.

Belawati, T. S., Andayani, Julaeha, S., & Pannen, P. (2007). Pengembangan bahan ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Bulger, S. M., Mohr, D. J., & Walls, R. T. (2002). Stack the dark in favor of your students by using the four aces of effective teaching. Journal of Effective Teaching, 5(2).

Daryanto. (2014). Menyusun modul: bahan untuk persiapan dalam mengajar. Yogyakarta: Gava Media.

Depdiknas. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar. Jakarta: Depdiknas.

Dewi, N. (2015). Merancang pencapaian kompetensi dasar melalui perumusan indikator. Artikel E-Buletin Edisi Maret 2015. ISSN. 2355-3189.

Gregory, R. J. (2011). Tes psikologi: sejarah, prinsip dan aplikasi. Jakarta: Erlangga.

Khabibah, E. N., Nur, K., & Gatot, S. (2014). Validitas teoritis modul berbasis guided discovery pada materi respiratory system. Bioedu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, 3(3), 589-593.

Kurniawan, G., Azrita, & Muhar, N. (2015). Pengembangan modul berbasis saintifik model discovery learning pada materi sistem ekskresi manusia untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lembah Gumanti. Jurnal Bunghatta, 4(5), 1-15.

Kusumawati, M. U. (2016). Identifikasi kesulitan belajar materi struktur fungsi

jaringan tumbuhan pada siswa SMA Negeri 3 Klaten kelas XI tahun ajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan Biologi, 5(7), 22-23.

Leksono, S. M., Syachruroji, A., & Marianingsih, P. (2015). Pengembangan bahan ajar biologi konservasi berbasis etnopedagogi. Jurnal Pendidikan, 45(2), 168-183.

Pashler, H., Bain, P. M., Bottge, B. A., Graesser, A., Koedinger, K., McDaniel, M., & Metcalfe, J. (2007). Organizing instruction and study to improve student learning. IES Practice Guide. NCER 2007-2004. National Center for Education Research.

Prabowo, C. A., Ibrohim, I., & Saptasari, M. (2016). Pengembangan modul pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium virtual. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(6), 1090-1097.

Prastowo, A. (2014). Pengembangan bahan ajar tematik. Jakarta: Kencana.

Priyayi, D. F., & Prayitno, B. A. (2014). Pengembangan model pembelajaran accelerated learning included by discovery (ALID) pada materi jaringan tumbuhan Kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta. Inkuiri, 3(2), 1-15.

Purwanto. (2009). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Riduwan, M. B. A. (2010). Dasar- dasar statistika. Bandung: Alfabeta.

Sari, M. A. (2016). Pengembangan media pembelajaran buku saku berbasis mind mapping materi sistem pemerintahan tingkat pusat untuk meningkatkan hasil belajar PKn KELAS IV SDN TAMBAKAJI 02 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Sukmadinata, N.S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sulistyani., Nurul, H. D., Jamzuri., & Rahardjo, D.T. (2013). Perbedaan hasil belajar siswa antara menggunakan media pocket book dan tanpa pocket book pada materi kinematika gerak melingkar kelas X. Jurnal Pendidikan Fisika, 1 (1), 164-172.

Syahroni, M., Nurrochmah, S., & Amiq, F. (2016). Pengembangan buku saku elektronik berbasis android tentang signal-signal wasit futsal untuk wasit futsal di kabupaten pasuruan. Pendidikan Jasmani. 26(2), 304-317.

Widyaningrum, R., Sarwanto, & Karyanto, P. 2013. Pengembangan modul berorientasi Poe (Predict, Observe, Explain) berwawasan lingkungan pada materi pencemaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Bioedukasi, 6(1), 100-117




DOI: http://dx.doi.org/10.31571/saintek.v8i2.1223

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains

IKIP PGRI Pontianak, Gedung Rektorat Lt. 2
Jl. Ampera No.88, Sungai Jawi, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78116
Telp. (0561) 748219
E-mail: saintek.ikippgriptk@gmail.com 


p-ISSN: 2089-2802 | e-ISSN: 2407-1536


View Stats